PELUANG USAHA DI FACEBOOK


Banyak jalan menuju roma. itulah mungkin istilah yang mungkin cocok untuk banyak cara cari penghasilan. Baru-baru ini di facebook ada sebuah aplikasi yang memberi keuntungan bagi kita. Aplikasi ini baru diresmikan pada awal tahun 2010 ini. Nama aplikasi ini adalah AyoSurvei. AyoSurvei adalah aplikasi facebook yang melayani perusahaan/organisasi/lembaga survei dengan menyelenggarakan survei/polling dan menyampaikan suara/pendapat membernya untuk pengembangan produk dan pelayanan lebih baik. AyoSurvei akan menyiapkan survei/polling berdasar kriteria yang telah ditetapkan oleh klien AyoSurvei, kemudian member yang memenuhi kriteria tersebut akan berpartisipasi dengan cara menjawab survei/polling tersebut. Untuk mengikuti AyoSurvei ini kita tidak dikenakan biaya sepeserpun. Cara mengikutinya pun sangat mudah, kita masuk dulu ke akun facebook kita, lalu masuk ke aplikasi AyoSurvei. Untuk masuk ke aplikasi ini, anda klik saja DI SINI. setelah masuk, izinkan aplikasi, daftar, isi data anda, ikuti surveynya dan anda tinggal mendapatkan penghasilan anda. Tidak ada salahnya anda untuk mencoba. Karena di sini anda tidak akan dirugikan, bahkan sangat diuntungkan. Daripada buka facebook hanya mengganti status, mendingan kita ikut aplikasi ini. Selamat mencoba.

Distro, Tidak Takut dengan FTA


Puluhan pembeli berjubel memenuhi toko berukuran sekitar 4 x 15 meter. Di luar, di depan pintu masuk, belasan calon pembeli antre dengan wajah cemas. Mereka khawatir kehabisan stok clothing yang akan dibeli.
Itulah pemandangan utama yang terlihat di Distro Ouval Research, Jalan Sultan Agung, Bandung, Sabtu (2/1/2010). Saking banyaknya calon pembeli, sementara kapasitas ruangan kurang memadai, satpam setempat terpaksa melakukan buka tutup .
Selama sebulan terakhir ini, Ouval yang memiliki tujuh cabang (toko) dan ratusan distributor di seluruh Indonesia ini tengah mengadakan pesta diskon hingga 70 persen. Tidak ayal, para penggemar fanatik produk mereka maupun wisatawan dari Jakarta berbondong-bondong menyerbu toko.
Kondisi tidak jauh berbeda telihat di distro-distro lainnya yang berada di kawasan Jalan Trunojoyo dan Sultan Agung. Di akhir pekan atau liburan panjang, distro hampir selalu penuh sesak pembeli. Menandakan distro telah tumbuh, menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Ketika mayoritas industri garmen di tanah air tengah meradang dilanda kecemasan menyusul pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) ASEAN-China mulai 2010 ini, mereka yang menggantungkan hidupnya pada usaha distro sama sekali tidak khawatir.
"Soalnya, dengan modal ciri khas dan kualitas, produk kami memiliki pasar tersendiri yang loyal. Buktinya, akhir pekan kemarin toko kami ramai dikunjungi," tutur M. Rizki Yanuar (32), pengusaha distro dan salah satu pendiri Ouval Research. Bahkan, ia percaya, FTA justru memberi hal yang positif, yaitu menurunkan harga bahan baku.
Menurutnya, ciri khas produk dan loyalitas konsumen terbangun berkat dua kunci, yaitu inovasi dan kreativitas. Setiap tahun, puluhan desain baru t-shirt, kemeja, celana, tas, dan aksesoris lainnya diciptakan. Semangat inovasi dan kreatif inilah yang melahirkan nama Research di logo produk mereka.
Setiap desain dibatasi hanya diproduksi maksimal 200 buah demi menciptakan kesan eksklusif. Tidak pasaran seperti produk-produk massal lain, terutama dari China.
Rizki pun merasa bangga, produk-produk yang dibuatnya kini tidak hanya menjadi raja di negeri sendiri. Bahkan, sudah merambah ke negara-negara lain. Misalnya, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Jerman.
"Syukurlah, kita sekarang bisa merubah mindseat anak-anak muda sekarang. Tidak seperti di zaman saya dulu yang gandrung dengan produk impor, branded, kini mereka bangga memakai produk dalam negeri," tutur alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.
Kebangkitan sektor riil
Ketua KICK (Kreative Independent Clothing Kommunity) Tubagus Fiki Satari (33) menuturkan, fenomena pesatnya industri clothing di Bandung adalah contoh dari kebangkitan sektor riil dan usaha kecil menengah.
"Bisnis clothing umumnya tidak dikuasai pemodal besar. Beda dengan FO ( factory outlet ) yang perlu modal besar. Di usaha distro, semangatnya adalah kolaborasi lintas sektor. Mulai dari desain, produksi, dan distribusi bisa dikerjakan beda orang," tutur pendiri Distro Airplane System ini.
Di Indonesia, saat ini terdapat sekitar 1.000 distro, dimana separuh diantaranya ada di Bandung. Industri ini pun menghidupi belasan ribu tenaga kerja. Tidaklah heran jika distro dan clothing sungguh menjadi ikon industri kreatif yang patut dibanggakan warga Bandung!

sumber

Peluang di Bisnis Software Akuntansi

k03-26-softwareakuntansiKOMPUTER kini memang telah menjadi perlengkapan wajib banyak pengusaha kelas kecil dan menengah (UKM). Namun, ternyata, ini tak berarti para pengusaha UKM itu telah memanfaatkan komputer untuk mengelola keuangan mereka agar menjadi lebih rapi.

Dari Lumpur Hingga SPBU

Lihat gambar ukuran penuh

Menapaki jenjang dari seseorang penjual es kelapa muda, Urpan Dani sukses mendirikan beberapa perusahaan. Kiatnya; keikhlasan dan doa. Sukatna
Kru sebuah production house sedang sibuk menyorotkan kamera untuk merekam beberapa adegan di sebuah rumah di Citra Gran Blok E17 No. 6 Cibubur.
Beberapa adegan dari sinetron tersebut memang mengambil lokasi di rumah Urpan Dani, pendiri beberapa perusahaan yang bergerak di bidang lumpur pengeboran, eksportir kayu manis, pemasok pasir, pengelola SPBU Petronas dan jual-beli properti.

Namun kisah sukses Urpan bukanlah sebuah kebetulan, seperti yang banyak terjadi dalam kisah-kisah sinetron kita. Sebelum memiliki beberapa perusahaan Urpan harus berjuang keras, bahkan sempat menjadi penjual es kelapa muda di Pintu II Senayan, dan menjual penjual tempe goreng. Semuanya dilakoni dengan ikhlas.
Sebenarnya, setamat kuliah di Fakultas ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta pada tahun 1989, pria kelahiran tahun 1964 ini sempat diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Koperasi di tanah kelahirannya Kerinci. Tetapi ia mengaku tidak berminat menjadi PNS. Justru Urpan pergi ke Jakarta ikut pamannya.
Lantaran tidak setuju dengan pilihan anaknya, orangtua  Urpan tidak mengirimi uang belanja sehari-hari. Tetapi Urpan tidak menyerah begitu saja. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari ia harus berjualan es kelapa muda, kemudian menjadi penjual tempe goreng.

Di sela-sela menekuni ‘profesinya’ itu, Urpan mengirimkan lamaran ke sejumlah perusahaan. Sempat tes di Pertamina sampai tahapan ketiga, tetapi akhirnya gagal. “Jumlah lamaran sampai 300 lebih,” ungkap Urpan belum lama ini.
Dari salah satu lamarannya, Urpan diterima di sebuah perusahaan lumpur pengeboran yang kantor pusatnya di Jakarta. Tetapi Urpan ditempatkan di Palangkaraya. Pada pagi hari, Urpan menyelesaikan pekerjaan kantor. Di siang harinya, belajar mengoperasikan alat-alat berat, dan sore harinya belajar mengelas. Praktis tidak ada waktu luang untuk Urpan.

Tak lama berselang, Urpan ditarik ke Jakarta tetapi ditempatkan di pabrik. Di pabrik Urpan banyak belajar, mulai dari memproduksi bahan-bahan pendukung lumpur pengeboran sampai mengelas plastik. Ia ingin menyerap semua ilmu tersebut. Ia yakin ilmu itu akan berguna kelak di kemudian hari. Keyakinannya tidak meleset. Prestasinya terus melesat, hingga akhirnya dipercaya menjadi general manager yang mengurusi semua kebutuhan perusahaan dari A sampai Z.
Di tengah karirnya yang terus menanjak, Urpan menyunting anak mantan bupati Kerinci, Gladia Rahmawati, pada tahun 1995. Dalam posisinya sebagai general manager, sering Urpan mengambil keputusan-keputusan penting diantaranya memilih rekanan perusahaan. Ternyata banyak rekanan perusahaan yang memberikan ‘uang terimakasih’. Hal ini justru membuatnya tidak nyaman. Hal ini ia sampaikan ke pemilik malah berujar,” ambil saja uang itu. Keuntungan perusahaan lebih besar daripada yan kamu dapatkan.”
Urpan merasa tidak nyaman. Ia berkeputusan untuk mengundurkan diri. Sebelum mengundurkan diri pada tahun 1997, Urpan melakukan sholat istikharah, untuk meminta petunjuk kepada Allah. Tak lupa ia meminta dukungan dari keluarganya maupun dari keluarga istrinya. Tak satu pun yang setuju ia mengundurkan diri, kecuali satu orang, yakni istrinya. Setelah sholat istikharah beberapa malam, Urpan mengambil keputusan bulat : mengundurkan diri dan siap-siap mendirikan usaha jual-beli mobil bekas.

Ternyata menjadi pengusaha itu tidak semudah membayangkannya. Usaha jual beli mobil bekas yang ia dirikan pada tahun 1997 dengan menggunakan bendera PT. Salsabila Rizky Pratama nyaris macet. Mobil-mobil terlanjur ia kirimkan ke Jambi untuk dijual ternyata seret. Tetapi ia sudah tidak bisa mundur lagi. Mobil-mobil itu ia tarik kembali ke Jakarta dan ia jual di Lapangan Ros dan Kalibata indah. Pada tahun-tahun awal hasilnya lumayan. Penjualan terus meningkat.
Di sela-sela mengiklankan mobil dagangannya, Urpan juga mengiklankan kayu manis dan menjalankan bisnis lumpur pengeboran, meski masih kecil-kecilan. Beberapa orang memesan kayu manisnya tetapi ternyata kebanyakan menipu. Setelah kayu manis dikirim, mereka tidak mengirimkan uangnya. Sudah jatuh tertimpa tangga, itu peribahasanya. Usaha kayu manis belum membuahkan hasil, bahkan ditipu, usaha jual-beli mobil bekasnya lesu. Apalagi, ia juga ditipu beberpa pedagang yan menjual mobil bodong. “Kerugian saat itu mencapai Rp. 250 juta,” tuturnya.

Di saat kondisi perusahannya letih lesu, Urpan justru mengambil keputusan untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya pada tahun 1991. Dengan uang seadanya, sebagian hasil pinjaman dari keluarganya, Urpan dan Gladia berangkat ke Tanah Suci.
Di Al-Mutazzam, Urpan berdoa dengan khusuk. Memohonkan ampunan untuk leluhurnya yang sudah meninggal serta meminta keselamatan dan kesehatan bagi keluarga yang masih hidup. Di akhir doa, ia meminta agar Allah menunjukkan jalan dan meridhoi usahanya. Tak lama berselang, telepon genggamnya berbunyi. Isi pesan yang dikirim adiknya mengatakan PT. Salsabila mendapatkan proyek lumpur pengeboran dari sebuah perusahaan ternama. “Doa saya dibayar tunai. Saking senangnya saya menangis sampai “nungging-nungging” ucap Urpan yang kini membina ribuan petani kayu manis di Kerinci. Dari Al Mutazzam inilah terjadi perubahan yang luar biasa pada perusahaannya.

Penjualan kayu manis, yang semula diniatkan untuk membantu mengangkat harga sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani, mulai membuahkan hasil. Usaha lumpur pengeboran yang tadinya kecil mulai menggurita. Bahkan untuk memperbesar pemasaran 35 item produk Lumpur pengeborannya, Urpan berpatungan dengan rekannya untuk mendirikan PT. Prima Hidrokarbon Internusa pada tahun 2002. PT. Salsabila menjual secara ritel dan PT. Prima Hidrokarbon masuk ke tender-tender besar. Selain memasok 35 item bahan pendukung Lumpur pengeboran, PT. Prima Hidrokarbon juga melakukan pengeboran sendiri.
Perusahaan terus menggurita. Keenam adik Urpan ikut terlibat untuk membesarkan usaha yang didirikan sulung dari tujuh bersaudara ini. Perusahaan yang memiliki kantor pusat di Cibubur dan pabrik di Karawang ini memiliki sekitar 800 karyawan. Ekspansi usaha terus dilakukan. Bisnis properti (membeli rumah kemudian merenovasinya) yang sebelumnya tidak dirambah mulai dimasukinya. Bisnis perkayuan juga mulai dimasuki. Semua bisnis ini ditangani oleh adik-adiknya.
Sekitar akhir tahun 2005 lalu, Urpan kembali mendirikan perusahaan pemasok pasir, PT Pasir Bumi Nusantara. Salah satu adiknya, Faizal Kadni dipercaya untuk menjalankan usaha tersebut. Dalam hitungan bulan saja, PT Pasir Bumi Nusantara mampu memasok pasir ke Cibubur dan Jalan Kali Malang sebanyak 600-800 kubik per hari.
Si bungsu, Faizin Kadni yang pilih tinggal di Yogyakarta mendirikan perusahaan travel PT. Radin Pratama yang mengusung bendera Radin Tour. “Keberhasilan bukan semata-mata diukur dari banyaknya materi, tetapi juga keberhasilannya dalam membimbing adik-adik dan merukunkan keluarga,” kata Urpan.

Urpan sendiri sering mengatakan bahwa usahanya masih kecil. Namun orang lain, melihat pria ini sosok yang sukses. Buktinya, salah satu rumah produksi meminjam rumahnya untuk dijadikan lokasi syuting. Pelanggan lumpur pengeborannya juga perusahaan ternama, di antaranya Pertamina. Sedangkan penjualan kayu manisnya sudah merambah negara-negara di seantero dunia.
Ketika ditanya kiat suksesnya, Urpan mengatakan keikhlasan dan doa. “Ikhlas bukan berarti kita menyerah terhadp keadaan. Dalam berbisnis kita tetap harus berusaha keras. Berusaha untuk menciptakan produk berkualitas dan berusaha mendapatkan order sebanyak-banyaknya. Walau kita sudah bekerja keras tetapi kalau hasilnya tidak sesuai dengan yang ditargetkan kita harus ikhlas menerimanya. Itulah makna ikhlas yang saya maksud. Selain ikhlas adalah doa. Bagi saya doa itu yang pertama, baru kemudian berusaha. Tetapi banyak orang yang mengatakan berusaha dulu baru berdoa. Silakan, itu pilihan masing-masing orang. Dan jangan lupa, di balik keuntungan yang kita peroleh terdapat harta hak orang lain, diantaranya fakir miskin dan anak yatim piatu. Kalau kita memberikan hak-hak mereka Insya Allah rejeki kita lancar, seperti Salsabila (oase di surga yang airnya terus mengucur,” pungkas pria yang Agustus tahun lalu mengoperasikan SPBU Petronas di Lenteng Agung ini. 

MENGUNDUH UNTUNG LEGIT DARI DEMAM INTERNET



Kini boleh dibilang internet benar-benar tengah memasyarakat. Semakin banyak orang yang enggan berpisah dari internet, barang sehari pun. Tak sedikit orang dan perusahaan yang makin bergantung pada internet, dari sekadar untuk menyapa teman lama sampai melancarkan urusan bisnis nan serius.

Tak heran, kini banyak warung internet (warnet) selalu penuh pengunjung. Kian banyak pula orang yang lebih suka mengakses internet di rumah dengan cara berlangganan layanan akses internet sendiri. Selain tak perlu keluar rumah, mereka lebih bebas menentukan waktu ngenet.

Sekarang banyak tawaran berlangganan internet di rumah. Selain menjadi pelanggan layanan internet service provider (ISP) kelas kakap, termasuk melalui operator telepon seluler, kita bisa juga berlangganan layanan dari ISP-ISP kecil.

Sebenarnya nyaris tak ada beda antara ISP kelas rumahan ini dan ISP kelas kakap. Asal tahu saja, kebanyakan pebisnis ISP kelas rumahan ini sebenarnya mendapatkan akses internet dari ISP besar juga. “Intinya, kami berbagi jaringan ke pelanggan,” ujar Mulyadi Bakir, penyedia ISP kelas rumahan.

Praktik bisnis ini memang mirip dengan bisnis warnet. Perbedaannya, pelanggan tidak perlu bertandang ke warnet bila ingin berselancar ke dunia maya. Penyedia layanan ISP akan menyediakan jaringan internet ke rumah pelanggan.

Ternyata, bisnis ini cukup mendapat sambutan yang positif. Selain karena kualitas internet lebih stabil ketimbang akses internet dari operator ponsel, akses internet melalui ISP umumnya juga lebih cepat ketimbang di warnet. Itu sebabnya, banyak orang lebih suka menggantungkan layanan dari ISP kelas rumahan ini.

Mandiri

Tengok saja, pengalaman usaha Mulyadi yang menggeluti usaha internet rumahan ini sejak empat tahun lalu. Menamai usahanya dengan nama Warnet Rumahan, Mulyadi mengawali usaha dengan membuka warnet. Seiring dengan banyaknya permintaan pelanggan untuk pemasangan instalasi internet ke rumah, Mulyadi bertekad membangun jaringan. “Modal awalnya hanya Rp 40 juta untuk membuat menara dan jaringan,” cetus dia.

Berbeda dengan bisnis warnet yang digelutinya, usaha ISP yang dilakoninya lebih mudah. Dia, misalnya, tak perlu menyediakan komputer, pemilik rumah yang jadi pelanggan pasti punya komputer sendiri. Mulyadi hanya perlu membagi bandwidth atau kapasitas jaringan internet yang dibelinya dari ISP kelas kakap.

Cara Mulyadi menggulirkan bisnis ini kurang lebih seperti berikut. Dia berlangganan internet dari ISP perusahaan telekomunikasi dengan kapasitas bandwidth sebesar 1,7 megabyte berbiaya berlangganan

Rp 1,1 juta per bulan.

Dari jatah bandwidth yang dia peroleh, Mulyadi bisa melebarkan jaringan internet ke sekitarnya melalui teknologi tanpa kabel. Para pelanggan kudu membayar jaringan yang dipakainya Rp 250.000 per bulan.

Sayang, tawaran ini kurang menarik di mata pelanggan. Kata Mulyadi, banyak pelanggan lebih suka memanfaatkan jaringan internet yang dia sediakan dengan sistem perhitungan per jam. “Biayanya cuma

Rp 3.500 per jam,” kata dia.

Nah, dengan pola perhitungan per jam inilah Mulyadi justru memperoleh penghasilan lumayan, yakni Rp 400.00 per hari. Dalam sebulan Mulyadi bisa membukukan omzet Rp 12 juta. Setelah dikurangi biaya operasional serta gaji pegawai, keuntungan bersih yang dia dapat sekitar Rp 4 juta.

Rupanya, ada sebab pelanggannya lebih suka hitungan per jam seperti di warnet. “Pelanggan bisa memaksimalkan penggunaan internet di rumah saat membutuhkan tanpa perlu ongkos besar,” terang dia. Mulyadi juga diuntungkan dalam pembagian kecepatan dan kestabilan layanan internet karena pelanggan umumnya tak memakai dalam waktu bersamaan.

Selain usaha ini, Mulyadi juga bisa memperoleh penghasilan lain dari melayani pemasangan dan instalasi jaringan internet di seluruh DKI Jakarta. Khusus untuk layanan internet berlangganan di rumah, jangkauan pasar dia baru seputar rumahnya di Cikokol, Tangerang.

Kalau tertarik ingin menjalankan bisnis serupa, sebelum membuka usaha sebaiknya Anda terlebih dulu mengurus izin mendirikan usaha serta izin menjadi distributor ISP dari Departemen Komunikasi dan Informatika serta membangun menara. “Ini enggak gampang, tapi bisa dilakukan,” ujar Mul-yadi berbagi tip.

Kemitraan

Jika tak mau repot dengan urusan perizinan, Anda bisa juga menjadi pengusaha internet rumahan dengan menjadi mitra usaha serupa yang telah lebih dulu beroperasi. Salah satu ISP yang menawarkan kemitraan adalah Net Home.

Saat ini Net Home baru menawarkan sistem kemitraan usaha yang berlokasi di daerah Bekasi dan sekitarnya. Namun, kini, Net Home mulai menge-pakkan sayap ke Depok dan Jakarta. Khusus untuk dua wilayah ini Net Home baru menyediakan layanan set up jaringan internet dengan sistem beli putus.

Ini berbeda dengan wilayah Bekasi dan sekitarnya. Net Home sudah berani menawarkan kemitraan ke investor. Bermodalkan Rp 13,5 juta, mitra berhak mendapatkan instalasi internet, bandwidth dengan kecepatan 128 kilobyte per detik, serta menara pemancar yang siap beroperasi.

Tak perlu khawatir sulit mengoperasikan bisnis ini meski Anda tidak memiliki keahlian atau pengetahuan yang cukup mengenai teknis jaringan internet. “Kami menyediakan teknisi yang siap melakukan perbaikan jaringan,“ ujar Deddy Kurniawan, pemasar Net Home, berhawa promosi.

Selain itu, Net Home juga akan ikut mencarikan pelanggan bagi semua mitranya. “Jika kami yang mendapat pelanggan, kami akan menyalurkan ke mitra yang berada di daerah pelanggan itu,” ujar dia.

Tak hanya itu. Mitra juga punya hak selalu ikut serta dalam iklan dan promosi Net Home di semua media, baik itu di majalah, koran, maupun di internet. Dengan berbagai fasilitas dan kewajiban tersebut, Net Home memakai sistem bagi hasil. Sebesar 60% dari total omzet yang diperoleh si mitra.

Omzet mitra usaha tentu saja diperoleh dari pembayaran biaya langganan konsumen yang tak lain pemakai yang menggunakan jejaring internet. Untuk menjadi pelanggan, mereka harus membayar biaya registrasi sebesar Rp 200.000. Biaya ini belum termasuk kabel dan radio penangkap sinyal alias jaringan internet (dekoder) yang bisa disediakan sendiri oleh pelanggan. “Kalau pelanggan menginginkan, kami bisa menyediakan semua alat ini,” kata Deddy.

Untuk itu, pelanggan harus menambah pembayaran total menjadi Rp 1 juta untuk biaya instalasi berikut modem. “Biaya pendaftaran berikut biaya instalasi menjadi hak Net Home,” ujar Deddy.

Lalu, dari mana mitra mendapat keuntungan? Tentu saja mereka bisa memperolehnya dari penerimaan layanan berlangganan internet oleh konsumen. Saban bulan pelanggan harus membayar biaya berlangganan sebesar Rp 250.000.

Dengan asumsi seperti ini, jika mitra punya minimal lima pelanggan saja, dia akan mendapatkan omzet sebesar

Rp 1,25 juta dari uang berlangganan. Dari omzet ini, mitra memang harus menyetor

Rp 750.000 ke Net Home. “Sisanya untuk si mitra,” ujar dia.

Menurut hitungan Deddy, dengan jumlah pelanggan stagnan hanya 10 pelanggan, mitra bisa balik modal dalam 14 bulan. “Semakin banyak jumlah pelanggan, waktu yang dibutuhkan untuk balik modal tentu semakin cepat,” ujar dia.

Deddy yakin, semakin tingginya animo masyarakat untuk menggunakan internet, pasar dalam bisnis ini akan terus mengembang. Bahkan jika dalam satu tahun bisa punya 45 pelanggan, omzet mereka mengembang jadi Rp 11,25 juta, dengan keuntungan sekitar

Rp 5,62 juta per bulan untuk mitra. Tentu saja, si mitra harus tetap menjaga kualitas layanan internet tetap stabil dan cepat. “Berarti ada konsekuensi penambahan bandwidth,” ujar Deddy. Mereka tak lagi bisa mengandalkan kapasitas semula yakni 128 kilobyte per detik yang hanya bisa melayani sekitar 15 pemakai internet.

Namun, ini tak jadi soal bagi mitra karena penambahan bandwidth tidak berarti ada biaya tambahan. Net Home akan menambah langsung kebutuhan tambahan bandwidth tersebut.

Bagaimana, tertarikkah Anda mencoba peruntungan berbisnis akses internet ini?

sumber

Membuka Usaha Toko Aneka Kue & Roti

roti-pisang-rossitaBagi Anda yang punya hobi membuat roti, bisa jadi ulasan kali ini bisa menginspirasi Anda untuk membuka toko roti dan kue, seperti yang dilakukan oleh ibu Henny Rossita, pemilik toko roti “Rossita”.
Produk yang ditawarkan toko roti “Rossita” sebenarnya tidak jauh berbeda dari toko roti kebanyakan. Ada black forest, aneka taart, roti pisang, roti keju, coklat kacang, roti semir, tawar manis, isi ayam, roti kering, mandarin, brownies, bolu, aneka snack dan juga bakery.
Yang membuat berbeda dengan toko roti yang lainnya adalah harga yang terjangkau tetapi mutu dan rasanya tidak kalah dengan roti yang lebih mahal. Sebagai gambaran, harga roti yang ditawarkan hanya berkisar antara 1500 sampai 2 ribu rupiah.
Sedangkan untuk cake, aneka taart, black forest dan bakery tergantung dari besar kecilnya pesanan, berkisar antara 25 sampai 150 ribu. Padahal dengan kualitas yang sama, di toko yang lain harganya bisa mencapai 300 ribu rupiah.
Produk unggulan dari toko roti “Rossita” ini sebenarnya terletak pada roti pisangnya. Banyak sekali pelanggannya yang mengatakan bahwa roti pisang buatan Rossita ini lain dari bakery lainnya. “Rasanya benar-benar kena di lidah”, begitu ungkapan dari para pelanggannya.
Proses Pembuatan
Bahan dasar untuk pembuatan roti pada umumnya hampir sama yakni terigu, mentega, gula, garam, telur, dan susu. Perlakuan dalam proses pembuatannya memang berbeda-beda, sebagai contoh pembuatan roti tawar manis. Pertama-tama terigu, gula, susu bubuk dan sedikit ragi dicampur menjadi satu.
Kemudian ditambah dengan telur dan sedikit air es sambil diuleni sampai kalis. Lalu masukkan mentega dan garam, dan diuleni sampai elastis. Adonan didiamkan selama 30 menit setelah itu dikempiskan dan ditimbang dengan berat sesuai kebutuhan kemudian bulatkan dan diamkan lagi sekitar 10 menit.
Adonan digiling hingga menjadi lembaran dan digulung kembali sambil dipadatkan, ulangi proses tersebut sampai dua kali. setelah itu letakkan diatas loyang yang diolesi margarin dan dialas kertas roti, diamkan selam 75 menit sampai mengembang, lalu tutup rapat loyang. Terakhir barulah diopen sekitar 25-35 menit dengan suhu 190 derajad celsius.
Dalam proses pembuatan roti ini Henny Rossita sama sekali tidak mengalami kesulitan karena ia telah 10 tahun menggeluti usaha. Masalah yang paling sering ia alami adalah jika listrik padam sehingga proses pengadukan dengan mixer tidak bisa Dia lakukan.
Peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan roti ini cukup mudah didapat, seperti mesin roti duduk, open, loyang, mixer, ember, alat-alat pengaduk dan lain-lain. Mesin open duduk berfungsi untuk memanggang roti dalam kapasitas jumlah yang banyak tidak seperti open biasa. Mixer digunakan untuk pengaduk bahan-bahan dalam pembuatan roti.
Selain peralatan yang berhubungan dengan produksi tersebut, ibu Henny Rossita membeli beberapa etalase yang ia taruh di depan ruang usahanya untuk dijadikan sebagai tempat display beberapa roti agar orang yang datang ke tokonya bisa mengetahui secara langsung beberapa contoh roti yang ia buat.
Untuk mendapatkan bahan baku biasanya ia membeli dari beberapa pasar tradisional dan toko bahan kue yang ada di daerah sekitar tempat usahanya. Selain karena letaknya yang dekat dan harganya murah, kualitasnya juga bagus dan terpercaya mengingat ia sudah lama berlangganan di sana.
Sampai saat ini, pelanggan toko roti “Rossita” sudah banyak. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa. Sistem pembayarannya-pun dirasa cocok oleh para pelanggannya, yaitu dengan membayar DP pada waktu memesan roti dan melunasinya pada waktu roti pesanannya sudah jadi.
Jika Anda berminat, Anda bisa memesan di toko roti “Rossita” baik partai besar maupun partai kecil.
Simulasi Keuntungan Usaha Roti
Pemasukan
Omset = Rp 500.000,00/hari x 30 = Rp 15.000.000,00
Pengeluaran
Bahan baku = Rp 300.000,00 x 30 = Rp 9.000.000,00
4 buah Gas = Rp 78.000,00 x 4 = Rp 312.000,00
Listrik dan air = Rp 250.000,00
Total pengeluaran = Rp 9.562.000,00
Keuntungan Bersih
Rp 15.000.000,00 – Rp 9.562.000,00 = Rp 5.438.000,00

Kisah Sukses Bill Gates

Berkas:Bill Gates - World Economic Forum Annual Meeting Davos 2008
 number3.jpg
William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan sebutan Bill Gates, lahir di Seattle, Washington pada tanggal 28 Oktober 1955. Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi "hiking",bahkan hingga kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang "berpikir".

Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa Sekolah Dasar dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini, orang tua Bill kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama LAKESIDE. Pada saat itu , Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar nantinya menjadi programer pertama Microsoft) sudah menghabiskan semua jam pelajaran komputer untuk satu tahun.

Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside. Dimulai dengan meng-hack komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar- benar dapat "memasuki" komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.

Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontraktor pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.

Musim gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai siswa fakultas hukum. Bill mampu mengikuti kuliah dengan baik, namun sama seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programer yang luar biasa jenius, namun juga seorang manusia yang menyebalkan.

Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul "World`s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models". Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka menyadari bahwa era "komputer rumah" akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer - komputer tersebut sangat dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.

Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Dia mengatakan bahwa dia dan Allen telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.

Bill Gates Meninggalkan Harvard Demi Mengejar Impian

Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston. Gates mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.

Pada suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (komputer kecil ini menjadi cikal bakal PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus-menerus mengatakan, "Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan". Saat itulah mereka menemukan jalan hidup mereka.

Kedua sahabat itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga.

Semangat Allen dan Gates tidak percuma, dan dari sana mereka mendirikan perusahaan Microsoft. Berawal dari komputer kecil itulah yang menjadi model dari segala macam komputasi. Dan sekarang bisa Anda lihat bahwa Microsoft telah benar-benar menjadi bagian dari kebutuhan komputasi di seluruh dunia. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia saat ini.

"Orang yang sukses adalah orang yang memiliki mimpi dan keyakinan bahwa mimpi itu akan dapat terjadi berapapun harga yang harus ia bayar"

DAFTAR ISI ARTIKEL

 

BANNER LINK TEMEN

freedownload http://coolmixs.blogspot.com/

TEKS LINK TEMEN

LINK FAVORIT

THANK'S TO :

GRESRUTS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template